Edukasi dan Pembuatan Lubang Biopori sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan

Candirejo, Borobudur — Sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Kelompok 76 periode Januari–Februari 2026 menyelenggarakan program edukasi dan pembuatan lubang biopori bersama warga Dusun Sangen, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang. Program ini dilaksanakan pada 13–14 Januari 2026 dengan menyasar sepuluh halaman rumah warga melalui pendekatan door-to-door.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterangan beberapa warga yang menyampaikan bahwa saat musim hujan, air kerap menggenang di beberapa titik halaman rumah karena kondisi tanah yang cukup padat. Selain itu, sampah organik rumah tangga seperti sisa sayur dan daun kering umumnya masih dibuang bersamaan dengan sampah lainnya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNS kelompok 76 menghadirkan solusi sederhana berupa pembuatan lubang biopori yang dapat dimanfaatkan sebagai media resapan air sekaligus pengolahan sampah organik skala rumah tangga.

Mengusung tema besar “Optimalisasi Sektor Wisata dan Lingkungan Desa”, program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan berbasis keberlanjutan. Proses pelaksanaan dimulai dari koordinasi dengan perangkat desa, dilanjutkan dengan edukasi singkat mengenai manfaat dan cara kerja biopori. Mahasiswa kemudian melakukan pengeboran tanah sedalam kurang lebih satu meter di halaman rumah warga, memasang pipa biopori, dan mengisi lubang dengan sampah organik yang telah disiapkan oleh pemilik rumah. Warga turut dilibatkan secara langsung dalam proses pengeboran dan pengisian agar dapat mempraktikkannya secara mandiri di kemudian hari.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi beberapa kendala seperti kondisi tanah yang cukup keras sehingga membutuhkan tenaga lebih saat pengeboran, serta keterbatasan waktu karena kegiatan dilakukan di beberapa titik berbeda. Meski demikian, kegiatan mendapat dukungan penuh dari Bapak Mulyanto, S.E selaku Kepala Desa Candirejo dan Bapak Agus Setiawan selaku Kepala Dusun Sangen. Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi aktif selama praktik berlangsung.
Melalui sepuluh titik biopori yang telah dibuat, mahasiswa KKN UNS Kelompok 76 berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan, baik dalam pengelolaan sampah organik maupun dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sebagai langkah kecil yang diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi Desa Candirejo.
________________
Artikel ini disusun oleh Alifia Aurelia H.P sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat KKN UNS Kelompok 76. Didukung penuh dan diterbitkan oleh Koperasi Desa Wisata Candirejo untuk kemajuan literasi digital desa.


















