Dukung SDGs 6 dan 13, Mahasiswa KKN Laksanakan Sosialisasi Rainwater Harvesting di Candirejo

Candirejo, Borobudur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 76 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program kerja Sosialisasi Rainwater Harvesting sebagai upaya pemanfaatan air hujan di Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur yang merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan
Sosialisasi Rainwater Harvesting berangkat dari kondisi Desa Candirejo yang memiliki potensi curah hujan relatif tinggi sepanjang tahun, terutama pada musim penghujan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber air alternatif oleh masyarakat setempat. Air hujan hanya dibiarkan mengalir dan terbuang tanpa adanya sistem penampungan maupun pengelolaan yang terencana. Kondisi ini menjadi perhatian mahasiswa KKN karena air hujan sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga nonkonsumsi secara berkelanjutan.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN menilai rainwater harvesting sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketersediaan air, khususnya saat musim kemarau. Ketergantungan yang berlebihan terhadap air tanah dalam jangka panjang dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti penurunan muka air tanah dan berkurangnya cadangan air bersih. Melalui sosialisasi ini, pemanfaatan air hujan diperkenalkan sebagai alternatif yang sederhana, ekonomis, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi penampungan yang sederhana sesuai dengan kondisi desa.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Karang Taruna Desa Candirejo yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Karang Taruna mencerminkan peran aktif generasi muda desa dalam mendukung program-program pelestarian lingkungan. Partisipasi pemuda desa juga menjadi modal sosial penting dalam upaya penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Mahasiswa KKN memposisikan Karang Taruna sebagai mitra penting sekaligus agen perubahan di desa. Melalui peran pemuda, pengetahuan mengenai rainwater harvesting diharapkan dapat diteruskan dan diaplikasikan secara berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda desa ini menjadi fondasi awal dalam membangun kesadaran kolektif tentang ketahanan air.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi diisi dengan pemaparan materi terkait konsep dasar pemanenan air hujan dan prinsip kerja rainwater harvesting. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat pemanfaatan air hujan bagi kebutuhan rumah tangga dan dampaknya terhadap kelestarian lingkungan. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif agar mudah dipahami oleh peserta.
Tak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga diramaikan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi tersebut, peserta aktif menyampaikn pengalaman dan permasalahan yang dihadapi terkait pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Interaksi dua arah ini membuat suasana sosialisasi berlangsung hidup dan partisipatif.
Secara konseptual, program Sosialisasi Rainwater Harvesting ini selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan SDGs poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 6 melalui upaya peningkatan akses dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air alternatif. Selain itu, sosialisasi rainwater harvesting juga berkontribusi terhadap SDGs 13 dengan mendorong aksi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, seperti ketidakpastian musim dan potensi kekeringan, melalui pengelolaan air yang lebih efisien dan ramah lingkungan di Desa Candirejo.

Karang Taruna Desa Candirejo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurut mereka, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat serta membuka wawasan mengenai pentingnya inovasi sederhana dalam pengelolaan air. Sosialisasi tersebut dinilai relevan dengan kondisi desa dan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan praktik pemanfaatan air hujan secara mandiri oleh warga.
Mahasiswa KKN selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan lingkungan secara langsung. Melalui interaksi dengan masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menyampaikan edukasi yang aplikatif serta membangun komunikasi yang efektif dengan warga desa.
Dengan terlaksananya Sosialisasi Rainwater Harvesting, diharapkan masyarakat Desa Candirejo semakin sadar akan pentingnya konservasi air dan mampu menerapkan sistem penampungan air hujan dalam kehidupan sehari-hari. Program kerja ini menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sumber daya air.
________________
Artikel ini disusun oleh Nafiatul Athiyah sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat KKN UNS Kelompok 76. Didukung penuh dan diterbitkan oleh Koperasi Desa Wisata Candirejo untuk kemajuan literasi digital desa.


















